Tips Membeli Tanah Kavling Agar Anda Tidak Tertipu

Tips Membeli Tanah Kavling
photo credit: vouniotis

Tips Membeli Tanah Kavling perlu Anda ketahui agar tidak salah membeli dan meminimalisir terjadinya kerugian. 

Seperti yang kita ketahui saat ini, kebutuhan manusia akan tanah menjadi sesuatu hal yang kian mendesak. 

Jadi, Tidak heran jika harga tanah per tahunnya pun meningkat. 

Faktor pendorong bertambahnya harga tanah yaitu jumlah manusia semakin banyak tetapi tanah terbatas. 

Bisnis di bidang tanah kavling pun dianggap menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan. 

Berikut ini beberapa tips membeli tanah kavling.

1.1 Lingkungan Sekitar Tanah

Tips Membeli Tanah Kavling
photo credit: koinwork

Salah satu Tips Membeli Tanah Kavling yaitu dengan mengetahui lingkungan sekitar tanah.

Mengetahui lingkungan sekitar tanah akan membantu Anda memperkirakan apakah Anda akan mengalami keuntungan atau kerugian ketika membeli tanah kavling tersebut. 

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Akses Jalan

Perhatikan dan periksa akses jalan menuju tanah tersebut. Karena akses jalan menjadi kebutuhan utama dimana tanah kavling tersebut berada. 

Sebaiknya pilih tanah yang akses jalannya dapat dilintasi mobil dua bersimpangan kanan kiri.

  • Perkembangan Lingkungan

Hal yang harus diperhatikan selanjutnya yaitu perkembangan lingkungan terutama kanan kiri tanah kavling tersebut. Jika tanah tersebut nantinya akan dibangun rumah, kenali sedikit banyak mengenai calon tetangga anda.

Selain itu, anda perhatikan dan perkirakan apakah tanah tersebut nantinya cepat laku jika dijual meskipun tidak dibangun maupun ada bangunannya. Jika memungkinkan cepat laku dan harga pasaran cukup tinggi, Anda dapat melirik tanah tersebut.

  • Antisipasi Bahaya Sekitar Area

Jangan membeli tanah kavling yang dekat dengan jalur sutet atau jalur listrik dengan tegangan tinggi, jalur kereta api, tepi sungai, dan jalur pipa gas. Hal tersebut untuk mengantisipasi tergusur oleh pembangunan fasilitas umum.

1.2 Pengukuran Tanah

tip membeli tanah kavling pengukuran
photo credit: nikenginering

Dalam melakukan jual beli tanah, Anda harus memastikan pengukuran tanah kavling tersebut sesuai. Pengukuran tanah ini tidak hanya berguna untuk mengetahui pihak penjual dan pembeli saja. 

Tetapi juga berguna untuk melakukan pemisahan atas sertifikat.

Pihak instansi berwenang berhak melakukan pengukuran tanah :

  • Kantor Wilayah : pengukuran tanah yang luasnya 10 Ha hingga 1000 Ha
  • Badan Pertahanan Nasional : pengukuran tanah yang luasnya lebih dari 1000 Ha.

Kedua pengukuran yang dilakukan oleh instansi wajib membuat laporan penuh kepada kepala kantor pertahanan. 

Kepala kantor wilayah dapat membantu petugas dari Badan Pertahanan Nasional dalam bentuk penugasan khusus maupun task force untuk melakukan tugas-tugas tertentu.

Kepala kantor wilayah bertugas untuk memantau dan memberikan bimbingan. 

Tugas tersebut menjadi pertanggung jawaban kepada Menteri Negara Agraria maupun Kepala Badan Pertahanan Nasional yang melalui deputi bidang pengukuran dan pendaftaran tanah. 

Apabila tanah terlalu luas atau banyak bidangnya, maka pengukuran tanah dapat dilaksanakan pihak ketiga. Pengukuran yang dilakukan oleh deputi ini akan disupervisi dan hasilkan disahkan oleh Kepala Kantor Pertahanan dan Kepala Kantor Wilayah. 

Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan dalam mengajukan pengukuran tanah :

  • Memeriksa tersedianya sarana peta, seperti peta dasar pendaftaran, peta pendaftaran atau peta lainnya pada lokasi tanah yang dimohon
  • Merencanakan pengukuran diatas peta pendaftaran ketika tanah yang akan diukur belum memiliki gambar situasi
  • Memeriksa tersedianya titik dasar teknik disekitar bidang tanah yang akan dipecah sertifikatnya
  • Apabila tidak terdapat peta pendaftaran atau peta lain yang memenuhi syarat, maka Anda harus segera menyiapkan perencanaan pembuatan peta pendaftaran
  • Menyiapkan formulir-formulir untuk pengukuran seperti formulir pengukuran poligon dan gambar ukur.

1.3 Sertifikat dan Pemegang Hak

sertifikat tanah
photo credit: wartaprima.com

Sertifikat atau lebih dikenal SHM menjadi dokumen yang snagat penting ketika melakukan transaksi jual beli tanah. Oleh karena itu, jika Anda akan membeli tanah tentu harus mengetahui terkait sertifikat tanah tersebut. 

Dengan mengetahui sertifikat yang jelas akan menghindari hal yang tidak diinginkan dalam jual beli tanah. 

Pembeli juga harus menanyakan tanah yang akan dibeli merupakan Sertifikat Hak Milik atau Hak Guna Bangunan.  

Apabila tanah tersebut masih HGB, sebaiknya Anda menanyakan kepada penjual atau developer beberapa hal. Seperti siapa yang akan menanggung biaya penggantian HGB menjadi SHM. Tanah yang telah memiliki SHM lebih kuat didepan hukum dan diakui secara legal.

Jika tanah telah memiliki SHM, Anda perlu mengetahui pemilik SHM atau pemegang hak. Akan terjadi kesalahan yang fatal ketika Anda membeli tanah namun tidak mengetahui pemilik SHM atau pemegang hak tersebut.

Pastikan bahwa penjual memegang hak atas tanah yang akan Anda beli dan Anda harus meminta kepada penjual untuk menunjukkan sertifikat asli maupun fotokopiannya. 

Lihat dengan teliti keaslian sertifikat tanah tersebut. 

Tidak lupa Anda meminta penjual untuk menunjukkan kartu identitas penjual seperti KTP. Apakah nama sertifikat sesuai dengan kartu identitas penjual. 

Nah, setelah yakin bahwa dokumen tersebut asli, Anda dapat mempertimbangkan untuk membelinya.

1.4 Pemecahan Sertifikat Tanah

Apabila pengukuran tanah sudah dilakukan dan Anda telah yakin membelinya, Anda dapat melakukan pemecahan sertifikat tanah. 

Pemecahan sertifikat sebaiknya cepat dilakukan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penipuan. 

Satu bidang tanah yang sudah terdaftar dapat dipecah secara sempurna atas permintaan pemegang hak yang bersangkutan. Masing-masing merupakan satuan bidang baru dengan status hukum yang sama sesuai tanah semula atau tanah yang belum dipecah.

Pemecahan sertifikat tanah tentu harus sesuai dengan rencana tata ruang yang berlaku. Tidak boleh ada hal yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Setiap bidang tanah yang akan dipecah sertifikatnya harus dibuatkan surat ukur, buku tanah dan sertifikat. Ketiga surat tersebut sebagai pengganti surat tanah asalnya.

Apabila pemisahan tanah dibebankan oleh pihak tanggungan, maka pemecahan sertifikat boleh dilaksankan setelah diperoleh pihak tertulis pemegang hak tanggungan. Pemegang hal tanggungan juga boleh digantikan oleh pihak lain yang berwenang menyetujui penghapusan beban. 

Pemecahan sertifikat harus tidak merugikan kepentingan seperti kreditor yang memiliki hak tanggungan berupa tanah yang bersangkutan. Sehingga pemecahan tanah hanya boleh dilakukan setelah persetujuan tertulis dari kreditor maupun pihak lain yang berwenang. 

Kavling Syariah yaitu tanah kavling yang dalam menjalin kerjasama dilaksanakan sesuai dengan syariat islam. Kavling ini juga dapat dilakukan pemecahan sertifikat. 

Dengan berasas sesuai syariat islam, tentu pihak terkait akan sama-sama diuntungkan tanpa ada yang dirugikan.

1.5 Permohonan Pemecahan Sertifikat Tanah

pecahan sertifikat
photo credit: investopedia

 Tips untuk membeli tanah selanjutnya yaitu melakukan permohonan pemecahan sertifikat. Pemecahan sertifikat memang menjadi hal penting untuk diurus agar tidak ada masalah di kemudian hari. Pemecahan sertifikat tanah yaitu mengganti kepemilikan atas nama Anda.

Ada beberapa dokumen yang perlu dilampirkan dalam mengajukan permohonan pemecahan sertifikat tanah :

  • Fotokopi identitas pemohon maupun kuasanya dengan dilegalisasi pejabat yang berwenang
  • Sertifikat hak atas tanah
  • Izin tertulis dari pemegang hak tanggungan jika tanah dibebankan kepada hak tanggungan
  • Izin perubahan penggunaan tanah jika terjadi perubahan penggunaan tanah
  • Sertifikat hak atas tanah asli, khusu bagi pengembang

Beberapa Tips Membeli Tanah Kavling perlu Anda praktekkan atau lakukan ketika akan membeli tanah. 

Melakukan tips-tips tersebut mampu menghindarkan diri Anda dari penipuan atau hal-hal lain yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUBUNGI KAMI

  • 0821 123 777 83
  • 0821 123 777 83
  • 0821 123 777 83
  • infoprosyamar@gmail.com

Copyright @2019 intiproperti.com